UI GEOSCIENCE SEMINAR 14

Zeolite terbentuk dari batuan dan debu vulkanik yang bereaksi dengan air tanah. Aluminosilikat kehilangan air ketika terpanaskan membentuk struktur poros dalam ruang lingkup luas. Zeolite dapat terbentuk secara alami maupun buatan.

TIPE ZEOLITE

1. Zeolite Natural

Terdapat 40 jenis keterbentukan zeolite secara alami baik di dalam batuan vulkanik maupun sed imen. Mineral yang umumnya ditemukan di antaranya analcime, chabazite, mordenite, dll. Zeo lite yang terbentuk secara alami umumnya tidak berporos.

2. Zeolite Sintetis

Zeolite sintetis dibuat untuk tujuan tertentu, biasanya dikenal dengan Zeolite A (umumnya untuk deterjen), Zeolite X dan Z (untuk catalytic cracking). Zeolite sintetis berporos dan memiliki struk tur tersendiri.

Zeolite merupakan salah satu hasil metamorfisme tingkat rendah yang terbentuk dari tufa vulkanik dengan tekanan 0-2.5 kbar serta rentang temperature 25° – 250°C. biasanya pembentukannya memerlukan interaksi dengan air salin dan berasosiasi dengan alterasi tufa di dalam endapan danau alkali (pH 9-10).

Eksplorasi zeolite memerlukan tahapan pemetaan area prospektif berdasarkan sejarah penelitian dan konsep geologi. Pemetaan dan sampling geologi secara rutin diperlukan untuk mengidentifikasi area alterasi zeolite dengan peralatan portable. Analisis sampel meliputi metore XRD, XRF, CEC, Elemental Analysis (ICP), dan Physical Properties. Dalam proses penambangannya, digunakan metode konvensional open pit. Bijih zeolite melalui beberapa tahapan proses sebelum dapat digunakan.

Di dunia, produksi terbesar zeolite berada di Cina. Indonesia sendiri memproduksi 1000-2000 ton per tahun. Cina juga merupakan negara pengonsumsi zeolite terbesar di dunia disusul Eropa Barat. Penggunaan zeolite natural terbesar digunakan untuk pakan hewan, pemurnian air, odor control, dll. Selain itu zeolite juga digunakan untuk penyerap minyak, katalis, fungisida/pestisida, dan aplikasi holtikultura. Zeolite zintetis umumnya digunakan untuk katalis, detergen, dan molecular sieves.