UI Geoscience Seminar 3

Pada hari Rabu, 5 April 2017 telah dilaksanakan seminar mengenai “Why Vulcanology?” dengan pembicara Dr. IR. Heryadi Rachmat dari Badan Geologi Kementerian ESDM bertempat di BSM (Gedung C) Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia. Peserta seminar terbuka untuk umum terutama untuk mahasiswa Departemen Geosains Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.

“Why Vulcanology?”

Bahaya gunung api terbagi menjadi primer dan sekunder. Bahaya primer yaitu bahaya langsung berupa lava dan awan panas. Sedangkan, bahaya sekunder yaitu berupa tumpukan abu vulkanis dan banjir. Adapun manfaatnya dari gunung api yaitu untuk kesuburan lingkungan, energi, dan pertambangan.

Earth material yaitu rock cycle yang berasal dari magma yang membeku (Igneous Rock). Di bumi ini, sebagian besar terdiri dari batuan beku. Sedangkan, permukaan bumi tertutup sedimen. Hal tersebut terjadi karena magma mengalami asimilasi, diferensiasi, dan fraksinasi. Dalam magma basa yang perlu diperhatikan dalam batuan adalah komposisi batuan asal dan air, tekanan, dan temperature. Suhu magma adalah 800⁰C – 1200⁰C dengan viskositas tinggi (lambat membeku) membentuk batuan tebal intermediate dan viskositas rendah (cepat membeku) membentuk batuan tipis dan basa.

Tipe gunung api:

Tipe Batu Viskositas Silika Gas Explotion Tipe Contoh
Basaltic Rendah 1-2 % 50 % Least Shield Hawaii
Andesitic Medium 3-4 % 60 % Medium Composite Mt St Helen
Ryolitic Tinggi 4-6 % 70 % Greatest Cynder Cone Yellow Stone

Volcanic Material

  • Tephra adalah batuan yang terlempar saat letusan material
  • Piroklastik flow adalah batuan yang mengalir dari puncak letusan
  • Produk letusan : Obsidian, piroklastik, litik, ash

Pembekuan

  • Ekstrusif / Plutonik : kristalisasi cepat, menghasilkan volcanic glass (Obsidian), dan butiran kasar
  • Intrusif : Kristalisasi lambat, menghasilkan batuan bertekstur holokristalin (granit dan gabro)

Tipe Gunung Api di Indonesia

  • Tipe A : Meletus setelah tahun 1600
  • Tipe B : Meletus sebelum tahun 1600
  • Tipe C : Tidak diketahui kapan meletus, hanya ada sisa-sisa letusan
  • Sumber magma : partial magma, tektonik lempeng, hotspot (berada di bawah moho)
  • Aliran lava
  • Lava pahoehoe
  • Lava aa
  • Lava bongkah
  • Lava bantal
  • Lava hibe / goa lava : pembekuan lava di luar tapi masih cair di dalam sehingga mengalir ke luar
  • Penelitian Gunung Rinjani (tertinggi kedua setelah gunung kerinci) à letusan membentuk kaldera dan anak gunung.
  • Petrografi adalah penentuan kandungan plagioklas pada identifikasi batuan dengan deret bowen

Tipe campuran magma :

  • Magma mixing, yaitu viskositas kantong magma dengan supply tidak berbeda jauh sehingga tercampur.
  • Magma mingling, yaitu viskositas berbeda sangat jauh sehingga tidak tercampur sempurna
  • Dalam 760 tahun, Indonesia menghasilkan 3 kaldera dengan diameter 6-7 km yaitu Rinjani, Tambora (terdalam di dunia), dan Krakatau.