UI Geoscience Seminar 10

Pada hari Selasa, 13 Maret 2018 telah dilaksanakan UI Geosciece Seminar tentangĀ  Tantangan Industri Migas di Indonesia dan peran Ahli geologi dan Geofisika Oleh Dr. Ir. Gadjah Eko Pireno, M.T. dari KrisEnergy Indonesia.

“Cekungan Hidrokarbon yang Berpotensi di Indonesia dan masih memerlukan tindak lanjut kegiatan eksplorasi untuk mendapatkan cadangan baru”

Beberapa tahun belakangan, harga minyak kembali meningkat. Cadangan minyak yang sudah diketahui 4 milyar barrel dari cadangan asli 27 milyar barrel yang akan habis kira-kira 10 tahun. Cadangan gas diperkirakan untuk 50 tahun seperti data SKK Migas, cadangan tersebut yang banyak memerlukan biaya yang tinggi.

Dalam eksplorasi migas , Geologist dan Geophysicist mempunyai hubungan yang saling melengkapai yaitu Geologist seperti mata dan Geophysicist sebagai tangan. Selain ilmu tentan geologi dan geofisika nya seorang Geologist dan Geophysicist harus pandai marketing untuk menjual konsep ke management perusahaan atau menawarkan saham ke investor lain apanila mau sharing risk, sehingga mereka harus pandai berbicara dan membujuk. Peran lain yaitu Geologist dan Geophysicist berperan untuk mendapatkan konsesi baru dan akuisisi saham dari perusahaan lain.

Minyak dan gas diambil dari cekungan sedimen, cekungan sedimen belum pasti berisi hidrokarbon, tapi cekungan hidrokarbon sudah pasti cekungan sedimen. Cekungan hidrokarbon di indonesia bagian barat bertipe thermogenik dengan umur cekungan tersier dan biogenic dengan umur tersier sedangkan Cekungan hidrokarbon di Indonesia bagian timur bertipe thermogenik pra tersier dan tersier juga biogenic. Petroleum system adalah suatu proses mulai dari terbentuknya hingga terakumulasi hc dalam perangkap. Reservoir Rock utama dalam industri Migas adalah Sandstone dan Limestone.