UI Geoscience Seminar 5

Pada hari Selasa, 26 September  2017 telah dilaksanakan seminar mengenai “Introduction of Magnetic Method and It’s Application For Earthquake Precursor” dengan pembicara Angga Setiyo Prayogo M.Si. dari Divisi Geofisika, BMKG bertempat di Ruang B.101, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia. Peserta seminar terbuka untuk umum terutama untuk mahasiswa Departemen Geosains Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.

Gambaran magnet bumi yaitu kutub utara magnet bumi sama dengan arah geografis selatan (kebalikan arahnya). Kutub magnet adalah ujung magnet yang mempunyai gaya tarik terbesar. Sifat-sifat magnet yaitu magnet yang tidak senama saling menarik, sedangkan magnet yang senama saling tolak menolak.

Percobaan Oersted (ingat hukum tangan kanan: jempol I (arus) – telunjuk L (panjang medium atau kawat) – jari tengah B (medan magnet)). Bumi memiliki sifat magnetik. Hal ini menandakan jarum selalu menunjukkan arah utara-selatan. Bumi terdiri dari lapisan yang bersifat dinamis, saling bergerak, sehingga bumi berevolusi. Hal itu yang membuat medan magnet bumi tidak akan hilang. Jika ada nilai di luar nilai rata-rata yang terstandardisasi, maka dianggap sebagai anomali. Anomali ada yang positif ada yang negatif. Melalui komponen gaya magnet x, y, z, maka bisa diperoleh gaya total (medan magnet vektor).

Prekursor merupakan tanda-tanda atau gejala sebelum kejadian. Optimisnya gempa itu dapat diprediksi waktu, tempat, kekuatan. Gempa di Aceh, Mentawai menimbulkan banyak korban. Prekursor ini ada yang mempercayainya, namun ada juga yang tidak. Prekursor di BMKG ada di beberapa titik lokasi, di Yogyakarta dan Palu misalnya, ada juga stasiun Magdas (Magnetik Data Akuisisi Sistem) Sumatera.

Jika dilihat melalui pandangan teknik, prediksi adalah sia-sia dalam hal mengurangi risiko bencana seismik jangka panjang. Namun, tidak mungkin gempa bumi terjadi tanpa ada tanda-tanda awal. Gempa terjadi ketika strain mendekati batas maksimal di permukaan bumi. Semua material di bumi punya sifat fisis. Wakil kepala presiden pernah mengatakan bahwa prediksi gempa diumumkan saja, namun BMKG tidak berani, karena akan menimbulkan efek sosial dan ekonomi yang besar.

Data magnet tidak bisa langsung digunakan untuk mendeteksi gempa, karena  sifatnya yang sensitif, jadi harus difilter terlebih dahulu sampai frekuensi ultra. Semua gempa bumi menghasilkan anomaly emisi ULF yang dapat direkam oleh magnetotemeter. Kemamapuan mengukur tegantung magnitude dan jarak hiposenter.

Metode prosesing terdiri dari:

  • Pengumpulan data
  • Penyeleksian data
  • Analisis data
  • Hasil

Di BMKG terdapat banyak riset tentang gempa, baik dari geofisika, geokimia, dan lain-lain. Sudah banyak juga informasi-informasi yang disampaikan oleh BMKG ke masyarakat, seperti potensi tsunami, gejala-gejala gempa bumi, dan sebagainya.