UI Geoscience Seminar 11

Pada hari Selasa, 10 April 2018 telah dilaksanakan seminar mengenai “Geosaintis dan Bahan Galian Nuklir” dengan pembicara Heri Syaiful, MT dan Ngadenin Hadisuwito dari PTBGN ( Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir ) bertempat di Ruang B101 Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia. Peserta seminar terbuka untuk umum terutama untuk mahasiswa Departemen Geosains Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.

Hingga saat ini Eksplorasi bahan radioaktif terus meningkat. Contoh Negara dengan produksi bahan nuklir terbesar adalah Khazakhstan. Dalam sejarahnya perkembangan awal dari PLTN ini adalah dengan adanya reaksi fisi terkontrol pada 1938 di Jerman. Reaksi fisi tidak terkontrol digunakan untuk bom, sedangkan yang terkontrol digunakan pada PLTN. Setelah Perang Dunia 2 banyak ditemukan pencemaran lingkungan yang merupakan efek dari percobaan bom atom itu.

Teknologi PLTN terus berkembang, mulai dari generasi 1 hingga generasi 4, saat ini sudah sampai di generasi 4-revolusi desain untuk teknologi PLTN. Radioaktiif yang terdapat di bumi adalah Uranium. Ada 2,7 ppm di kerak bumi dengan 3 isotop yaitu 238, 235, 234 dan yang digunakan untuk sumber energi adalah isotop 238 dan 235, sedangkan yang paling melimpah adalah isotop 234.

Pada zaman dulu, orang-orang memakai bahan nuklir untuk makanan, kosmetik, dll. Mineral uranium ada 3 jenis, yaitu Primary Mineral (mineral valensi U4), Secondary Mineral (mineral U6), dan Accessory Minerals. Pada batuan beku yang mengandung banyak Uranium, maka sifatnya semakin asam, sedangkan pada batuan sedimen semakin banyak uranium maka semakin berasal dari lempeng benua.

Tipe-tipe deposit uranium berdasarkan IAEA 2013 ada :
Tipe 1 – Intrusive
Tipe 2 – Granite-Related
Tipe 3 – Polymetallic Hematite Breccia Complex
Tipe 4 – Volcanic-Related
Tipe 5 – Metasomatite
Tipe 6 – Metamorphite
Tipe 7 – Proterozoic Unconformity
Tipe 8 – Collapse Breccia Pipe
Tipe 9 – Sandstone
Tipe 10 – Paleo-Quartz Pebble Conglomerate
Tipe 11 – Surficial
Tipe 12 – Coal-Lignite
Tipe 13 – Carbonate
Tipe 14 – Phosphate
Tipe 15 – Black Shales

Eksplorasi uranium di indonesia pertama terjadi pada 1972-1978 oleh BATAN bekerjasama dengan CEA Perancis eksplorasi uranium di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Metode eksplorasi dilakukan dengan cara pemetaan geologi, pemetaan geokimia, pengukuran kadar Uranium dan Thorium, penyelidikan geofisika, pembuatan sumur uji, pemboran dan logging sinar gamma, analisis mineragrafi dan autoradiografi, analisis mineral butir, analisis unsur dengan XRF, analisis kadar Uranium, estimasi sumber daya Uranium dan Thorium.

Potensi kerjasama LITBANG, PTGBN, dan FMIPA Universitas Indonesia yaitu dengan PKL, TA di PTGBN; seminar; dan workshop, serta akan ada perjanjian kerjasama (MoU) antara PTGBN dan GEOSAINS Universitas Indonesia.

1. Heri Syaiful, MT

Indonesia belum memiliki PLTN. Total PLTN di bumi ada 435 yang tersebar di berbagai negara di dunia. China memiliki PLTN dan reaktor yang sedang dibangun terbanyak di dunia.

Pada tahun 2007, terjadi kenakan harga Uranium yang cukup tinggi, karena daerah Kanada mengalami musibah banjir. Semakin dalam dan semakin sedikit akan meningkatkan biaya eksplorasi. Uranium pertama kali ditemukan pada tahun 1789. Produksi Uranium terbesar saat ini yaitu dari negara Kazakhstan. Rasio 235U/238U konstan di bumi kecuali di OKLO, Gabon. Kelimpahan Uranium pada batuan di kontinen lebih tinggi.

Terdapat 300 jenis Uranium. Mineral Uranium terdiri dari mineral primer, sekunder dan aksesoris. Terdapat beberapa tipe deposit uranium, di antaranya yaitu deposit intrusive, metasomatite, metamorfite, proterozoic unconformity, deposit breccia pipes, sandstone, paleo quartz-pebble conglomerate, karbonat, phosphate.

Sejarah Perkembangan Energi Nuklir

  • Controlled fission dari sebuah atom pertama terjadi pada tahun 1983 di Jerman
  • US adalah negara pertama yang mengembangkan bom atom
  • Pada tahun 1945, militer US menjatuhkan bomb di Negara Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki
  • Setelah Perang Dunia ke-2 banyak orang yang melihat potensi penggunaan energi nuklir untuk tujuan kedamaian

Nuclear Fuel Cycle:

  • Mining
  • Milling
  • Conversion
  • Enrichment
  • Fuel Fabrication
  • Power Plant
  • Reprocessing
  • Fuel Fabrication

Unsur radioaktif terdiri dari tiga, yaitu Uranium, Pottasium, dan Thorium

2.  Ngadenin

Penyelidikan umum eksplorasi nuklir paling banyak yaitu di Kalimantan dan paling luas yaitu di Sulawesi. Terdapat berbagai peralatan survey, yaitu logging sinar gamma, Mesin bor dalam, mesin bor dangkal, dan lain-lain.

Eksplorasi Nuklir di Kalan, Kalimantan Barat yaitu tipe metamorphite. Radioaktivitasnya yaitu lebih dari 15000 c/s. Sedangkan, eksplorasi nuklir di Sibolga Sumatera yaitu tipe sandstone dan di Way Publiam Sumatera yaitu tipe intrusive.

Bahan-bahan radioaktif khususnya Uranium dapat ditemukan di batuan-batuan beku, seperti rhyolite dan alkali tersier.Eksplorasi Thorium di jalur timah dilakukan dengan metode pemetaan geologi, pemetaan radiometri, dan lain-lain. Potensi kerjasama penelitian dan pengembangan antara PTBN dan MIPA (Geologi) UI dapat dalam bentuk seminar atau workshop, magang, tugas akhir, penelitian geoteknik, geohazard, dan geohidrologi.

Kesimpulan

SDA masih sangat berpotensi untuk dilakukan kegiatan eksplorasi. Kegiatan tentang pentingnya nuklir dan radioaktif di masa mendatang juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat.