STRATEGI INVESTASI ENERGI ALTERNATIF UNTUK INDONESIA TAHUN 2045 MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM EFISIENSI KULIAH LAPANGAN

Oleh: M. Dhery Mahendra (Geofisika ’17)

PENDAHULUAN

Indonesia masih menghadapi persoalan dalam mencapai target pembangunan bidang energi. Persoalan itu menjadi ihwal yang fundamental dalam kemajuan negara. Akan tetapi, persoalan itu terjawab dengan adanya energi alternatif yang dapat menjadi investasi dalam penyelesaian persoalan dibidang energi. Berdasarkan Kementerian ESDM, total potensi panas bumi Indonesia mencapai 28.910 MW yang terdiri dari cadangan dan sumber daya panas bumi yang tersebar di 312 lokasi (93 di Sumatera, 71 di Jawa, 12 di Kalimantan, 70 di Sulawesi, 33 di Bali dan Nusa Tenggara, 33 di Maluku dan Papua) dan potensi tenaga hidro di Indonesia yang tersedia saat ini mencapai 75.000 MW yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Sampai dengan saat ini, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air (termasuk PLT-Minihidro dan PLT-Mikro Hidro) mencapai 7.573 MW. Hampir seluruh waduk di Indonesia merupakan bagian dari pembangkit listrik tenaga air memiliki umur yang relatif tua, dimana terbatasnya anggaran perawatan, kurangnya kepedulian dari Pemerintah dan masyarakat, menyebabkan terjadinya sedimentasi waduk yang dapat mengurangi produksi listrik mencapai 30% dari produksi normalnya.

Ditambah dengan potensi biomassa mencapai 32.654 MW, dengan kapasitas terpasang 1.716 MW. Limbah yang berasal dari hewan maupun tumbuhan semuanya potensial untuk dikembangkan. Potensi lainnya adalah tanaman pangan dan perkebunan yang menghasilkan limbah cukup besar dan dapat dipergunakan untuk keperluan lain seperti bahan bakar nabati. Potensi biomassa mencapai 32.654 MW, dengan kapasitas terpasang 1.716 MW.

Sedangkan, untuk energi terbarukan lainnya seperti energi surya, energi angin, energi laut dan uranium memiliki potensi untuk di kembangkan di masa mendatang. Sumber daya energi surya sebesar 4,80 KWh/M2/day, sedangkan energi angin sebesar 3-6 m/s, energi laut sebesar 49 GW dan potensi listrik dari uranium sebesar 3.000 MW, terlihat pada Tabel 3.

KONDISI TERKINI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup besar menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi yang cukup kuat di Asia. Terlebih lagi beberapa tahun terakhir ini, dengan krisis global yang melanda dunia, pembangunan ekonomi Indonesia masih mampu terus bertumbuh pada tingkat konsumsi energi domestik yang tinggi. Sementara produktivitas Indonesia masih belum bisa mengimbangi, terlihat dari masih lemahnya daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara sekitarnya. Contohnya pemanfaatan tenaga panas bumi di Indonesia adalah sebagai energi primer untuk pembangkit listrik. Selain itu, panas bumi juga dapat dimanfaatkan langsung di industri pertanian, seperti untuk pengeringan hasil pertanian, sterilisasi media tanaman, dan budi daya tanaman tertentu. Pada umumnya pemanfaatan panas bumi secara langsung dikelola oleh daerah setempat untuk keperluan pariwisata. Produksi uap panas bumi pada tahun 2003 adalah sebesar 47,16 juta ton uap dan pada tahun 2013 produksi uap panas bumi mengalami kenaikan cukup besar mencapai 69,29 juta ton uap atau meningkat 3,9% per tahun.

REGULASI PEMERINTAH

Kebijakan Energi Nasional (KEN) menuju tahun 2050 yang telah disusun oleh Dewan Energi Nasional dan ditetapkan oleh Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah No 79 Tahun 2014 tentang kebijakan Energi Nasional (KEN) yang merupakan penjabaran dari Undang-Undang No 30 Tahun 2007 tentang Energi, dalam rangka untuk menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional yang berdaulat. KEN disusun berdasarkan asas kemanfaatan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, berkelanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional. Adapun tujuan pengelolaan energi diantaranya adalah: (i) tercapainya kemandirian pengelolaan energi, (ii) terjaminnya ketersediaan energi dalam negeri, baik dari sumber di dalam negeri maupun di luar negeri, (iii) tersedianya sumber energi dari dalam negeri dan/atau luar negeri untuk pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri, pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dalam negeri dan peningkatan devisa Negara, (iv) terjaminnya pengelolaan sumber daya energi secara optimal, terpadu, dan berkelanjutan, (v) termanfaatkannya energi secara efisien di semua sektor, (vi) tercapainya peningkatan akses masyarakat yang tidak mampu dan/atau yang tinggal di daerah terpencil terhadap energi untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata dengan cara menyediakan bantuan untuk meningkatkan ketersediaan energi kepada masyarakat tidak mampu, membangun infrastruktur energi untuk daerah belum berkembang sehingga dapat mengurangi disparitas antardaerah (vii) tercapainya pengembangan kemampuan industri energi dan jasa energi dalam negeri agar mandiri dan meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia (viii) terciptanya lapangan kerja, dan (ix) terjaganya kelestarian fungsi lingkungan hidup. Kebijakan yang disusun untuk mencapai kemandirian dan ketahanan energi didahului dengan membuat proyeksi kebutuhan energi nasional sampai tahun 2050.

Proyeksi jangka panjang dibuat untuk mengantisipasi kebutuhan energi Indonesia yang dapat menjamin pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Proyeksi yang dibuat sampai tahun 2050 berbasis potensi sumber daya energi nasional baik yang berasal dari energi fossil maupun sumber energi terbarukan lainnya. Memasuki tahun 2025 energi baru dan terbarukan mampu berkonstribusi di dalam bauran energi nasional sebesar 87 juta TOE (23%) dan pada tahun 2050 bisa bekontribusi sampai 304 juta TOE (31%). Potensi energi terbarukan bila dikembangkan dan pemanfaatanya didukung oleh regulasi yang memiliki kepastian hukum akan membantu mengatasi persoalan energi nasional kedepan yang sekaligus berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Serta kebijakan Rencana Aksi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca ( RAN GRK ) adalah pedoman untuk langkah-langkah dalam memfasilitasi perubahan iklim, seperti telah disampaikan Komitmen Presiden pada Tahun 2007 dalam G – 20 Pittsburgh dan COP 15 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca pada tahun 2020. Aksi yang dilakukan dengan upaya sendiri sebesar 26% dan dengan dukungan Internasional sebesar 26% + 15% yaitu 41% melalui pengembangan EBT dan pelaksanaan konservasi energi di seluruh sektor. RAN GRK ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

ANALISIS MASALAH

Banyaknya persoalan-persoalan di bidang energi bisa menyelesaikan dengan cara energi alternatif seperti panas bumi, hidro, biomassa, surya, angin, dan uranium. Penyelesaian tersebut cukup menjadi solusi yang tepat dalam pengembangan energi di negara Indonesia. Akan tetapi, pemanfaatan energi alternatif itu dirasa belum optimal karena sumber daya manusia yang ada belum terlalu mengerti dan memahami bagaimana memanfaatkan hal tersebut dengan baik dan benar. Hal itu bisa diartikan bahwa sumber daya manusia yang ada di Indonesia belum mumpuni atas pemahaman ekplorasi energi alternatif itu. Disisi lain, dapat mengacu dengan regulasi pemerintah, yakni Peraturan Pemerintah No 79 Tahun 2014 tentang kebijakan Energi Nasional (KEN) yang merupakan penjabaran dari Undang-Undang No 30 Tahun 2007 tentang Energi, dalam rangka untuk menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional yang berdaulat. KEN disusun berdasarkan asas kemanfaatan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, berkelanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional. Kebijakan itu dapat menjadi dasar untuk masyarakat Indonesia untuk menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui energi alternatif. Akan tetapi, perlu adanya strategi investasi dari energi alternatif itu supaya dapat dikelola dengan baik dan benar melalui aplikasi teknologi informasi yang diimplementasikan dalam kuliah lapangan. Ketika kuliah lapangan kedepannya akan tidak ragu lagi untuk memanfaatkan atau meneliti atau mempelajari dengan radikal yang berhubungan pemanfaatan energi alternatif. Dengan berjalannya semua sistem yang ditawarkan, akan terselamatkan energi alternatif yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

KESIMPULAN

Demi mencapai generasi emas tahun 2045, Indonesia harus memperhatikan kondisi pemanfaatan teknologi informasi yang membangun sumber daya manusianya untuk kegiatan eksplorasi energi alternatif yang ada di Indonesia. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kurang pemanfaatan teknologi informasi yang bisa meningkatan kemampuan sumber daya manusia dibidang sains tentang eksplorasi energi. Cara menjawab permasalahan itu dengan adanya aplikasi yang bertujuan untuk efisiensi kegiatan kuliah lapangan maupun kerja lapangan. Di dalam aplikasi tersebut ada beberapa petunjuk yang berguna sebagai fasilitator untuk kegiatan lapangan, seperti info mengenai rute, transportasi dan akomodasi, peralatan, dan kebutuhan finansial atau non finansial lainnya. Aplikasi ini bertujuan untuk efisiensi kuliah lapangan bukan mengurangi kemampuan Analisa mahasiswa atau professional lainnya. Jadi, strategi investasi energi alternatif bisa dioptimalkan dengan baik dan mempunyai SDM yang berdaya saing untuk kemajuan pemanfaatan energi alternatif di Indonesia, hardskill dan softskill akan dikolaborasi melalui media aplikasi ini.

REKOMENDASI

  • Revitalisasi kilang yang ada guna memenuhi kebutuhan BBM dalam
  • Pemerintah perlu segera menetapkan cadangan strategis, membangun cadangan penyangga energi, dan meningkatkan cadangan operasional untuk menjamin ketersediaan dan ketahanan energi
  • Pemerintah perlu segera mengembangkan infrastruktur gas untuk mengantisipasi impor gas pada tahun 2019, termasuk pembangunan infrastruktur gas untuk meningkatkan pemanfaatan BBG di sektor transportasi. Penurunan intensitas permintaan energi nasional khususnya sektor transportasi dan industri; melalui pembangunan sistem transportasi massal perkotaan,penggunaan kendaraan hemat energi (mobil hibrida), penggunaan utilitas kogenerasi, penggunaan proses industri yang hemat energi; dan lain-lain.
  • Perlu adanya regulasi tentang kandungan lokal, merumuskan kebijakan dan membangun kapasitas dan kemampuan industri nasional untuk pengembangan industri energi nasional dan seluruh infrastukturnya, guna menciptakan aktifitas ekonomi baru, sekaligus meminimumkan impor dan pengeluaran valuta asing dalam pembangunan sektor
  • Dengan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, menyiapkan kajian dan analisa kuantitatif yang komprehensif dan detil dalam menyusun perencanaan yang terintegrasi terhadap upaya diversifikasi dan konservasi energi dengan implementasi yang konsisten, serta didukung oleh kebijakan fiscal yang memadai dan kebijakan harga energi, guna mengurangi potensi kenaikan konsumsi BBM dan sekaligus volume impornya.
  • Meningkatkan kompetensi kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan dan meningkatkan lifting
  • Mempercepat penyelesaian permasalahan pengusahaan panas bumi yang telah melalui proses lelang berdasarkan Kebutuhan ESDM nomer 17 tahun 2014 tentang “Pembelian Tenaga Listrik dari PLTP dan Uap Panas Bumi untuk PLTP oleh PT. PLN (Persero)”.
  • Membangun industri solar cell nasional dari hulu sampai hilir, dan memberikan kemudahan dan insentif bagi swasta untuk membangun industri solar cell

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.researchgate.net/profile/Sawarni_Hasibuan2/publication/312474816_ Kajian_Strategi_Pengembangan_Investasi_Energi_Alternatif_Di_Indonesia/links/ 587e0fe808ae9a860ff4f507/Kajian-Strategi-Pengembangan-Investasi-Energi- Alternatif-Di-Indonesia.pdf Diakses 18 September 2017

http://www.oocities.org/markal_bppt/publish/biofbbm/bisuar.pdf       Diakses      18

September 2017

http://prokum.esdm.go.id/Publikasi/Outlook%20Energi%202014.pdf Diakses 18

September 2017

http://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/RPTP_2014_03.pdf      Diakses      18

September 2017 http://sakip.pertanian.go.id/admin/file/Renstra%202015- 2019%20BB%20Puslitbangbun.pdf Diakses 18 September 2017

https://www.researchgate.net/profile/Edwaren_Liun/publication/299487762_Pote nsi_Energi_Alternatif_Dalam_Sistem_Kelistrikan_Indonesia/links/56fb729508ae 1b40b804e0e9/Potensi-Energi-Alternatif-Dalam-Sistem-Kelistrikan- Indonesia.pdf?origin=publication_list

Diakses 19 September 2017 http://siyanki.ui.ac.id/sites/default/files/Bioethanol%20Berbahan%20Bagas%20un tuk%20Energi%20Alternatif.pdf Diakses 19 September 2017

http://iesr.or.id/wp-content/uploads/Energi-Terbarukan.pdf Diakses 19 September 2017