Berkenalan dengan Geopark Nusantara Berkelas Dunia

Oleh: Fadhila Friany Putri (Geofisika ’16)

Apa yang dimaksud dengan Geopark? Di daerah mana sajakah Geopark terletak? Istilah Geopark sudah tidak asing lagi di kalangan Geosaintis. Geopark merupakan singkatan dari Geological Park dan dalam bahasa Indonesia disebut sebagai Taman Bumi. “Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi terkemuka – termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada di dalamnya – di mana masyarakat setempat diajak berperan-serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam.” (UNESCO, 2004). Dalam perkembangannya, pada tahun 2004 UNESCO membentuk suatu wadah khusus untuk menangani Geopark dunia yang dinamakan Global Geopark Network (GGN).

Meski keberadaan Geopark di Indonesia sudah semakin gencar dipromosikan sebagai situs Geowisata, namun masih banyak warga Indonesia yang tidak mengenali apa itu Geopark dan di mana saja letak Geopark Indonesia. Padahal Indonesia sendiri sudah memiliki 40 kawasan Geopark yang berstatus nasional, namun sayangnya baru dua Geopark Indonesia yang diakui UNESCO sebagai kawasan Geopark internasional. Kedua kawasan Geopark tersebut adalah Kaldera Gunung Batur di Bali dan Gunung Sewu yang membentang di wilayah D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Batur Global Geopark

Gunung Batur merupakan kawasan yang pertama kali diakui UNESCO sebagai situs Geopark internasional pada tahun 2012. Terdiri atas 2 kaldera vulkanik yang menyajikan pemandangan indah lengkap dengan dinding kaldera, fenomena geotermal, danau, dan aliran lava. Gunung Batur terletak di kawasan timur laut Bali tepatnya di kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Gunung Batur berhasil diakui UNESCO menjadi kawasan Geopark berkelas dunia dengan pertimbangan Kaldera Batur merupakan salah satu kaldera terindah, memiliki luas 13,8 x 10 kilometer persegi, dengan puncak tertinggi berada di 1,717 m dpl. Gunung Batur memiliki keanekaragaman hayati yang unik yang dikelola oleh taman wisata alam. Tanaman hutan umumnya terdiri dari beberapa spesies. Fauna yang unik seperti anjing Kintamani yang disebut Gembrong memiliki wajah mirip serigala namun bertubuh seperti chowhow dari China tinggal di sekitar kawah tersebut. Salah satu kebudayaan yang paling unik adalah budaya pemakaman. Di mana masyarakat menempatkan mayat di bawah pohon Tarumenyan (Mepasah). Selain itu berdasarkan data UNESCO, Gunung Batur memiliki 28 situs geologi, 20 bukti geologi, dan 15 ciri geologi. Hal ini lah yang menyebabkan Gunung Batur diakui sebagai kawasan geowisata.

Gunung Sewu Global Geopark

Gunung Sewu adalah situs Geopark berkelas dunia yang dinobatkan oleh UNESCO. Gunung Sewu telah diajukan beberapa kali oleh pemerintah Indonesia kepada UNESCO, namun baru pada tahun 2015 mendapat pengakuan. Gunung Sewu smerupakan salah satu kawasan karst paling istimewa di pulau Jawa. Kawasan dengan sekitar 40.000 bukit karst ini memiliki kawasan sepanjang hingga 85 kilometer. Luasan endapan gamping di Gunung Sewu mencapai 1.300 kilometer persegi. Terletak memanjang di sepanjang pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah (Wonogiri), hingga Jawa Timur (Pacitan).

Gunung Sewu terbentuk ketika batu kapur terangkat dari dasar laut sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Selain nilai-nilai estetika dan rekreasi yang tinggi, Gunung Sewu kaya akan keanekaragaman hayati, arkeologi, sejarah dan aspek budaya. Salah satu kekayaan geologi yang dimiliki oleh Gunung Sewu di antaranya adalah goa. Goa paling panjang di kawasan ini adalah Luweng Jaran di Pacitan dengan panjang mencapai 25 kilometer. Selain itu, Gunung Sewu juga  memiliki Goa Luweng Ngepoh yang memiliki kedalaman mencapai 200 meter.

Geopark Nasional Ciletuh

Selain Kaldera Gunung Batur dan Gunung Sewu masih banyak lagi Taman Bumi Indonesia yang akan dijadikan Geopark berstatus intenasional. Sebagai contohnya adalah kawasan wisata taman alam batuan tua Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ciletuh merupakan daerah yang baru saja diresmikan UNESCO menjadi Geopark berstatus nasional pada 11 November 2015 yang lalu. Geopark Nasional Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan kawasan wisata alam yang sarat dengan pemandangan yang indah. Selain dikelilingi dengan perbukitan yang hijau, kawasan geopark ini juga memiliki air terjun di antara tebing bebatuan. Batuan alam yang terdapat di geopark ini merupakan hasil sedimentasi berbagai fosil, patahan, dan lempengan bumi puluhan juta tahun silam.

Setelah menyandang gelar sebagai Geopark Nasional, Ciletuh akan terus mengalami pemeliharaan dan pengembangan. Pasalnya, konsep geopark berbeda dengan konsep objek wisata yang lain. Geopark harus menjamin masyarakat sekitarnya bisa sejahtera. Geopark Ciletuh sebenarnya sudah direncanakan untuk menjadi geopark berstatus internasional. Namun salah satu syaratnya adalah harus menjadi geopark nasional terlebih dahulu dan baru dapat dinobatkan sebagai geopark internasional dalam jangka waktu 2 tahun kemudian. Oleh karena itu, pemerintah saat ini sedang mengembangkan pengelolaan Geopark Ciletuh agar dapat memenuhi syarat menjadi geopark internasional nantinya.

Dalam pengelolalaan inilah peranan seorang geosaintis sangat dibutuhkan. Karena tidak mudah untuk menjaga objek geologi langsung di tempatnya berada. Butuh penanganan khusus agar objek tersebut tidak dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain peranan dari geosaintis, masyarakat Indonesia juga harus dapat melestarikan objek bersejarah di daerahnya. Langkah termudah untuk melestarikannya adalah dengan mengenal kawasan-kawasan yang memiliki potensi sumber daya alam tersebut. Pemerintah Indonesia memang harus lebih gencar mempromosikan kawasan objek wisatanya. Terlebih lagi yang memiliki nilai sejarah dan budayanya. Karena objek-objek tersebut merupakan warisan nusantara yang tak ternilai harganya.

 

Referensi:

http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/indonesia-saat-ini-miliki-lima-taman-bumi

http://www.unesco.org/new/fileadmin/MULTIMEDIA/HQ/SC/pdf/pdf_geopark_infosheet_Indonesia_EN.pdf

http://landspatial.bappenas.go.id/km/files/20141113161357_geopark_dan_tata_ruang.pdf

http://geoparkciletuh.org/unesco-kukuhkan-ciletuh-sebagai-geopark-nasional/

Gunung Sewu Jadi Geopark Dunia Kedua di Indonesia