Peluang Pengembangan Bidang Pertanian dengan Geothermal

Oleh: Dewi Wulandari (Geofisika ’15)

Pada umumnya, energi panas bumi hanya digunakan untuk membangkit listrik. Air panas dari dalam bumi dialirkan ke permukaan, uapnya memutar turbin yang dapat menghasilkan listrik, lalu air yang telah mengalami pendinginan diinjeksikan ke dalam bumi untuk selanjutnya dipanaskan kembali oleh panas bumi. Proses ini berbentuk siklus dan tidak akan berhenti hingga ratusan tahun, sehingga sangat menjamin digunakan sebagai sumber energi yang berkelanjutan. Namun ternyata, selain sebagai pembangkit listrik, energi panas bumi yang dibawa ke permukaan dapat digunakan untuk hal-hal lain.

Kualitas hasil pengeringan secara konvensional sangat bergantung pada musim dan cuaca. Di lokasi yang memiliki sumber panas bumi, panas yang terkandung di dalam air panas dapat dimanfaatkan secara langsung untuk pengeringan hasil produk dan olahannya. Contoh hasil produk yang dikeringkan adalah kopi danĀ  tembakau.

Alat kerja pengering tipe Fin Tube Exchanger dirancang untuk mengeskstrak panas bumi untuk proses pengeringan sehingga dapat digunakan setiap saat dan tidak tergantung pada musim. Air panas dialirkan dan memanaskan pipa (tube) secara konveksi dan dipindahkan ke sirip (fin) secara konduksi, kemudian panas dipindahkan ke udara secara konveksi untuk mengeringkan bahan. Keunggulan dari penggunaan alat ini adalah alat mudah dibersihkan dari endapan dan portable, dapat digunakan sepanjang tahun tanpa tergantung musim, hasil pengeringan lebih higenis, bersih, dan sehat karena tidak terjadi kontak langsung antara produk yang dikeringkan dengan air panas bumi, kualitas pengeringan lebih merata karena temperatur dapat diatur.

Energi panas dari geothermal hingga suhu 80-110oC dapat digunakan untuk mensterilisasi hama tanaman. Panas bumi yang berasal dari sumur panas bumi dilewatkan pada suatu heat exchanger sebelum diinjeksikan kembali ke dalam batuan. Dari heat changer tersebut, kemudian dibuat jaringan pipa-pipa air yang terpanaskan di seputar areal tanam dengan cara ditanam. Panas dari pipa tersebut kemudian memanaskan media tanah setelah dilakukan pemanasan dengan waktu tertentu. Tanah yang telah terpanaskan dan tersterilisasi selanjutnya dibiarkan mendingin.

Panas bumi juga dapat digunakan untuk memanaskan tanah sebagai media tanam. Pipa air dari panas bumi diletakkan di bawah permukaan namun dekat dengan permukaan, panas dari dalam pipa akan menjalar secara konduksi ke media tanah. Tanah yang hangat dapat mendukung proses pertumbuhan tanaman. Panas yang dibutuhkan dari sinar matahari untuk memanasi bagian tanaman di atas permukaan juga menjadi berkurang karena tanaman telah mendapat panas dari dalam bumi. Hal tersebut menyebabkan petani dapat menanam tanaman iklim hangat di segala musim.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa geothermal merupakan sumber energi yang sangat bermanfaat, dapat digunakan sebagai pembangkit listrik, serta digunakan dalam bidang ilmu pertanian sebagai pengering bahan makanan, mensterilisasi tanah, memanaskan tanah media tanam.

 

Referensi:

http://ptkke.bppt.go.id/18-kegiatan-dan-kerjasama/panas-bumi/48-teknologi-geothermal-direct-use-untuk-industri-pertanian diakses 29 April 2016 pk. 3.38