UI GEOSCIENCE SEMINAR 13

Sebagai seorang manusia, tentulah kita selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita. Pekerjaan seorang geosaintis pun bukan merupakan pekerjaan yang dapat diselesaikan secara individu. Perlu koordinasi dari berbagai pihak untuk menyelesaikannya, mulai dari rekan kerja, atasan, maupun masyarakat umum. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi yang baik dan benar sangat diperlukan oleh seorang geosaintis.

Komunikasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan pesan dari pembicara kepada pendengar, baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi menjadi hal vital dalam kehidupan. Komunikasi yang buruk dapat menimbulkan berbagai masalah. Bahkan diketahui bahwa 70% masalah yang terjadi di tempat kerja dikarenakan oleh komunikasi. Permasalahan tersebut dapat disebabkan beberapa faktor yang menyulitkan untuk berkomunikasi, yaitu perbedaan kultur, bahasa, lingkungan, teknologi modern, sikap manusia, maupun etiket dan etika.

Tanpa disadari, ternyata komunikasi nonverbal mempunyai pengaruh yang lebih besar dari komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal dapat dilakukan dengan menggunakan ekspresi wajah, kontak mata, tekanan suara, bahasa tubuh, busana yang dikenakan, dan juga keterdiaman seseorang. Komunikasi dengan cara ini lebih menunjukan maksud dari si pembicara.

Di dunia kerja, kemampuan komunikasi sangatlah harus dimiliki oleh pekerja, terlebih lagi pemimpin. Bahkan para top manajemen di perusahaan tidak harus ber-IQ tinggi, tetapi komunikator yang handal. Hal tersebut diperlukan karena seorang pemimpin harus mampu membagi pengetahuan dan gagasannya untuk mempengaruhi orang lain. Bebarapa sosok yang merupakan komunikator yang handal adalah Ronald Reagen, Sukarno, dan Aa Gym.

Komunikasi merupakan salah satu keterampilan interpersonal yang harus diasah lagi agar terus meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkannya adalah dengan banyak mendengar, karena seorang komunikator yang baik menghabiskan 75% waktunya untuk mendengar. Adapun mendengar mempunyai beberapa cara, yaitu dengan mengabaikan, pura-pura mendengar, mendengar secara selektif, mendengar dengan penuh perhatian, dan mendengar secara empati.

Keterampilan komunikasi harus mulai dilatih sejak dini, yaitu pada masa perkuliahan. Di berbagai kampus di Indonesia, saat ini sudah banyak yang menerapkan metode pembelajaran aktif. Metode ini menuntut mahasiswa yang berperan aktif dalam proses belajar, sedangkan dosen lebih berperan sebagai fasilitator. Mahasiswa dibiasakan untuk diskusi dan melakukan presentasi di kelas. Kedua hal tersebut sangatlah berguna untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mahasiswa sebagai persiapan untuk terjun ke dunia kerja.

 SESI TANYA JAWAB

Pada sesi tanya jawab, pertanyaan pertama diajukan oleh William dari Geosains 2017 yang menanyakan tentang apakah kemampuan komunikasi lebih utama dari kemampuan akademis di dunia kerja dan jawabannya adalah iya, beliau juga menceritakan beberapa kenalanya yang kemampuan akademisnya biasa saja tetapi dapat mencapai kedudukan tinggi di perusahan karena kemampuan komunikasinya yang bagus.

Pertanyaan kedua oleh Dhery dari Geosains 2017 yang menanyakan bagaimana cara melatih komunikasi saat presentasi, dan jawabannya adalah dengan mengikuti organisasi yang banyak melakukan presentasi, membentuk kelompok belajar dengan peraturan harus berbicara bahasa Inggris, mengikuti berbagai event, dan juga menjadi presenter.

Pertanyaan ketiga oleh Sofwa dari Geosains 2017 yang menanyakan apa langkah awal untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan bagaimana melatih komunikasi interpersonal, dan jawabannya adalah semuanya diawali oleh kemauan, Tuhan tidak akan mengubah orang yang tidak mau berubah. Sedangkan jawaban untuk pertanyaan kedua adalah dengan berada di lingkungan yang mendukung dan juga kemauan yang kuat.